mencoba memberi harapan 1

2147 Words
setelah ujian akhir semester selesai,sebernya sih kak Rian ngk begitu menganggu,dia hanya mengirmkan pesan lewat SMS,yang isianya hanya menyemangati belajarku,dan terkadang mengirmkan bekal makanan entah itu makan siang atau sarapan,yang jelas dia tak pernah apsen buwat memberi aku semangat.dan hari ini hari Sabtu,hari terakhir ujian nasional,aku mengemasi alat ujian dan memasukannya ke dalam tas sekolahku.dan beranjak pulang.sesampainnya didepan gerbang sekolah..aku melihat sosok kak Rian duduk diataa motor sport merah yang biasa dia kendaraai,hai Rani?dengan senyum yang menawan dia mnyapa ku,yuk hari ini kan terakhir kamu ujian sekolah,berrti kakak udah boleh dong ketemu kamu?katannya sambil tersenyum."Hem,maaf kak Rian aku udah ditunggu bus sekolah.jawabku sambil berjalan menuju bus sekolah,dan sebelum aku sampai,dia udah mencekal tangan kiriku dan berkata..hari ini kakak yang anter kamu pulang,kakak hanya mau nganter kamu pulang ngak lebih ean,boleh ya?!"ya udah kak,tapi ngk ngerepotin kak Rian kan?.dengan tersenyum kak Rian berkata ngak kok,sengaja aku kesini,karena mau ngejemput kamu dan nganterin kamu pulang.dipertengahan jalan kak ria. meminta aku untuk mampir disebuah cafe yang berada tak jauh dari sekolahku.mampir dulu ya Ran,aku udah lapee..kita makan siang dulu..mau ya?tanyanya,em..serah kakak aja..yang penting habis ini Rani pulang,kasihan nenek dirumah sendiri.ok.jawabnya singkat.. setelah kak Rian memarkir motornya diparkiran motor yang terletak didepan cafe..dia mengajak ku masuk dan memilih duduk dimeja sudut ruangan yang sedikit tidak ramai..karena kebetulan jam makan siang,jadi cafe ini banyak pengunjung,dengan sedikit aneh..kak Rian menyuruhku duduk dan dia beranjak pergi dengan Dalih mau ketoilet sebentar...setelah beberapa menit kak Rian kembali dari toilet..tetapi bersama satu karyawan yang membawa nampan berisi jus apokat 2 dan dua piring makanan,setelah itu pelayan meletakan makanan dan minuman dan berpamitan dengan kak rian.silahkan dinikmati makannya bos!kata pelayan tersebut.setelah pelayan pergi kak Rian menyodorkan sepiring nasi ayam beserta sambal dan lalapan ke depan saya,dan dia berkata,ran dimakan dulu.nanti setelah ini kakak Anyer kamu pulang,ok.aku yang masih benggong dengan perkataan pelayan tadi hanya mengangguk,setelah kami menyantap makanan dalam diam,dan makanan kami habis,sejujurnya hanya punya kak Rian sih yang habis,punya ku hanya sedikit yang berkurang karena terlalu banyak memikirkan kwjadian demi kejadian yang dilalui setelah bertemu Rian,5minggu yang lalu..semua terasa lebih baik,dari dia yang mendapatkan obat neneknya dengan gampang,ujiannya pun berjalan lancar,dan Alhamdulillah nya,nenek sekarang udah lebih baik..udah bisa ambil piring dan minuman diatas meja yang disediakan disamping tempat tidurnya."RAN,rani.rani...sayang,dengan lembut kak Rian memangil namaku sambil mengunguncangkan bahuk."eh maaf kak..Rani melamun kak Rian tadi pangil Rani ya?dengan sedikit gugup aku mengangkat kepala ku menatap kak Rian yang tersenyum manis didepan wajahku.dengan secepat angin kak Rian mencium pipiku dan berkata,jangan kebiasaan melamun,ntar ayam tetangga pada mati,katannya.udah makannya yuk kakak anterin pulang.kata kak Rian sambil menyentuh tanganku dan digenggamnya dan kami berjalan menjuju meja kasir.huftttt..em kak aku bisa jalan sendiri ngak usah digandeng,kataku setelah risih karena banyak pasang mata melihat kamai..apalagi setelah saya lihat,pelaya. yang tadi mengantar maknanan kemeja kami memandang aku yang sedang digandeng tanganku sama kak Rian dengan tatapn TK Suak,tetap bukan nya melepaskan kak Rian malah semakin menegrtkan tangannya ke tanganku.udab Ayuk...Ben makanan yang aku suruh bungkus tadi udah?tanya kak Rian,udah bos bentar,ini.kata pelayan yang ada di kasir,mksh ya Ben,jawab kak Rian sambil meminta kantong keresek yang bisa aku lihat isinya tiga kotak makanan..dan entak isinya apa..karena aku ngak mau tau aku hanya menundukkan kepalaku sambil berjalan disamping kak Rian menuju parkiran motor.rani Ku sayang...ngapain sih dari tadi diem melamin,nunduk terus...kakak ada salah ya sama rani.ran gini deh kakak beneran sayang dan cinta sama kamu...kakak ngekakuin ini semua agar kamu tau kakak begitu mengingiknan Rani menjado separuh jiwa kakak,dan menjadi ibu dari anak2ku kelak,ran..jawab kakak.mau kah kamu menjadi istri kakak? pertanyaan kak Rian membuwat isi kepalaku ngebalank,dan sedikit membuka mulutku sedikit karena reflek,sambil mendongakkan kepalaku aku melihat manik mata kak Rian,adakah kebohongan disana,dan ternyata benar,tak ada sekitikpun,dengan sedikit berkcaca2 aku hanya mengatakan.kak Rian beneran mau aku jadi istri kakak?kak Rian ngk malu punya istri dari kalangan orang msikin seperti aku,kak Rian juga ngak malu kalau seandainya keluarga kakak ngak merestui kita,kakak kan juga tau,kakakku satu2nya belum menikah..dan pantang bagi orang jawa,kalau anak perempuan yang menikah melangakhi kakak perempuannya?!tanggaku sambil berlinang air mata."aku ngk keberatan nunggu kakak kamu nikah dulu Rani,kakak kan hanya bilang jika kamu mau menjadi istri kakak,nanti malam kakak bawa kedua orang tuwaku untuk melamar kamu..dengan keyakinan,dan kata yang lembut kak Rian meyakinkanku dengan tulus sambil memegang kedua tanganku dan mengelus kepalaku.kakak janji apapun yang terjadi,selamnya hanya kamu yang aku mau ran.kata kak rian sambil mencium kepalaku dengan lembut..udah dramanya,sekarang kamu jawab mau atau tidak,kalau mau hari ini juga kamu aku kenalin dengan orang tuwa aku..dan nanti malam kamu aku lamar..ibu bapak kamu drumah kan?tanyanya."em kalau ibu,kebetulan baru pulang dari kota tempat nya bekerja,bapak dirumah,kan bapak hanya petani.tapi kak..jawabku dengan sedikit takut,apa orang tuwa kakak mau menrima aku?tanyaku,soal orang tuwa kamu ngak usah kwhtir mereka menyerahkan semua ke kakak..udah yuk aku antar pulang aku temui orang rumahmu dulu ijin kamu aku kenalin ke orang twuaku.kami pun lngsg mengendarai motor menuju ke rumahku.semsapianya dirumah kebetulan ibuku sedang menyapu didepan rumah,sedang bapak berada dilarang.aslammualaikim Bu..kataku..waalaikaum salam dek ,udah pulang..loh temenya ngak diajak masuk dulu?em,kenalin Bu ini kak rian.dia..jawabku sebelum dipotong kak Rian,selamat siang Bu,saya Rian em kebetulan kedatangan saya kemari mau menyanpaikan maaf Bu sebelumnya,saya boleh duduk dulu!?oh ya maaf nak..ayo Yao masuk dulu,Rani kamu ganti baju dan buwatkan nak Rian minuamn ya..."ya buk,setelah itu kak Rian mengobrol dengan ibu. "begini Bu,kedatangan saya kemari karena saya menyukai anak ibu,dan saya berkeinginan untuk serisus dengan Rani..maaf Bu sebelumnya apakah boleh saya meminang Rani untuk saya?!maaf Bu. dengan sedikit syok ibu berranya..maaf nak Rian,bukanya ibu tidak boleh..tapi ini terlalu mendadak.nak Rian boleh ibu tanya,nak Rian berasal dari mana,dan anak siapa maaf? "saya bweasalt dari desa sebelah Bu,saya Rian handoko.saya anak dari ibu Widiya,dan pak Heri handoko.denga. pasti kak Rian mejawab. "owh,ternyata kamu anaknya bapak heru.aduh nak Rian kalau Maslah itu ibu ngak bisa mutusin,biar Rani saja yang me jawab,Ibuk terserah Rani saja.jawab ibu yang notabennya halus dan lembut.samoai sebesar ini pun aku tak pernah dibentak ibu..itulah mengapa aku selalu takut dengan ibu.setwlah ibu mengatakan itu aku keluar denagn mengnakan celana lepis panjang,dan baju lengan pendek,dan membawa nampan berisi dua cangkir teh panas dan setoples camilan."maaf kak Rian,Ibuk,ini minumanya."seletlah meletakan gelas dan camialn aku disuruh ibu duduk disamping beliau.dek,duduk dulu.kata ibuku."ya buk. gini loh ndok,em nak Rian ini katanya mau melamar kamu,dan meminta ijin untuk mengajak kamu bertemu kedua orang tuanya,dan akam segera melemar kamu?bagaimana ndok.kamu bersedia atau tidak?tanya ibuku dengan lembut."buk,aku terserah ibu saja.kalau ibu mengizinkan dan merestui kami.. isnyaallah saya bersedia ikut kak Rian pergi untuk dikenalkan kedua orang tuwanya.jawakku kepada ibu.ya udah ndok,wong ini kamu yang ngejalanin bukan ibu,terserah kamu saja ndok mau gimana yang penting kamu bahgiaa nak.jawab ibuku sambil memegang pundak ku dan megelus kepakalu."aku pun mendongak dan menatap ibu,dan kak rian bergantian, dengan berkcaca2 aku tersenyum kepada mereka..jujur saja,setelah 6minggu dengan perhatian kak Rian,dan segala usaha kak Rian, hatiku mulai luluh.dengan sosok tinggi dan sedikit berisi,dan,yang jelas tak seperti laki-laki kriteria ku.aku dulu berharap mempunyai pacar atau suami yang ganteng,tinggi,perut sispex,dan kaya tentunya,tapi harapan tinggal harapan,aku malah mendapatka. lelaki yang sedikit berisi,tapi bagiku tak apa..yang penting dia menunjukan keseriusanya,dan memiliki sifat yang lebih dominan dan menunjukan keseriusanya melamarku ke oang tuwa ku.setelah perbincangan kami bertiga..aku berganti pakaian dan mengahmpiri kak Rian dan lgsg berpaimtan sama ibu.nak Rian tolong jaga anak ibu ya nak.jangan sakiti anak ibu,besok ibu sudah mau berangkat ke kota lagi...walaupun Rani udah lulus,tapi pekerjaan Ibuk ngak bisa ibu lepas begiti saja."ia Bu, insyaallah saya akan menjaga Rani dengan jiwa raga Rian Bu,sambil berpamitan Kak Rian tersenyum sama ibu,dan kami pun pergi menuju rumah kak Rian yan berada di desa sebelah,sekitar 39 Meita. dari rumah ku,diperjalanan kak Rian berkata sayang,ngak usah gugup yang dirumah hanya bapakku,ibuku juga bekerja seperti ibumu.sebelum sampai kerumahku,mampir dulu aku ceritain semua yang ada diaki..dan kamu juga haru wajib ceritain yang ada dikeluarga kamu..kekurangannya saja..biar kita saling tau satu sama lain ok.katabkak Rian sambil menepikan kepesisir pantai.kebetulan desaku dan desa kak Rian memang melewati pantai..aku orang Gunungkidul,sedangkan kak rian orang Bantul.kami mampir disalah satu ruko es kelapa muda yang ada dipingit pantai Parangtritis.. sayang, sebelumnya.aku bilang ke kamu,apapun yang terjadi,aku tetap memilihmu menjadi istri dan ibu dari anak2ku.kata Kaka rian.dengan tersenyum aku hanya mengajukan kepala. begini syaang, keluargaku tak seharmonis keluaraga2 lainnya,em..dengan sedikit dijeda kak Rian berkata..ibuku pernah berselingkuh dengan seseorang yang yang beristri,dengan kejadian itulah,keluargaku hancur,bapk udah ngak peduli lagi dengan kami anak2nya..aku dua bersaudara sayang,aku mempunyai adik laki2, mungkin semuruan kamu.kami berdua hidup dari kecil dengan keadaan yang pas2an..sampai aku lulus sekolah,dan aku bekerja..adikku baru kelas 5sd kalau gak salah.mungiin kamu juga kelas 4sd waktu itu,Ibuku diarak orang satu desa,bersama selingkuhan nya,bapakku dulu juga petani biasa.bapakku ngak terima dengan perselingkuhan ibu,dan meminta ibuku pulang kerumah nenek dan kakek,dan ternyata istri dari selingkuhan ibuku juga tak terima,dia bertemu ibuku disalah satu warung dan menghajar ibuku sampai masuk rumah sakit berhari2.tidak sampai disitu sayang,aku bekerja keras dengan membeli sapi,dan ternyata dijual untuk memberikan denda kepada keluarga yang diselingkuhi ibuku karena mereka tidak terima dengan semua yang terjadi..sambil bercerita kak Rian menundukan kepalanya dan sedikit berkcaca2,setelah dia mendongak wajah,aku pun tersenyum kak Rian ngak boleh gitu,ya walaupun aku sedikit shyok,tapi insyallah jika kak Rian serisu dengan aku,dan menjadikan ibu kakak sebagai pelajaran berharga,dan tak memiliki sifat seperti ibu kakak..aku terima kakak apa adanya,yang penting kakak harus tau..aku juga sayang sama kakak,biarkan pengalam pahit itu dirasakan ibu kakak,kita sebagai anak,besok harus mendidik anak kita supaya m njado.lebih baik.kataku sambil memegang tangan kak Rian untuk pertama kalinya.kami pun saling pandang dan tersenyum..Kak Rian berkata.maksih sayang,kakak lega sekarang,kamu beneran Nerima kekurangan keluarga kakak kan,kamu gak jalan ninggalin kakak kan?tanya kak Rian denga. was wae "insyaallah kak,selama kak Rian menyayangi dan mencintai aku,serta bertangungjawab atas diriku dan anak2 kelak.. isnyaallah dalam suka,duka,dalam keadaan apapun aku akan terus menemani kakak sampai maut memisahkan kita.em kak Rian aku juga punya kekurangan bahkan akan aku bawa sampai kapanpun Kak Rian,Rani juga punya kekurangan,Rani mengidap asma turunan,dan anemia akut,serta kekebalan tubuh Rani kurang,kemungkinan aku akan sakit2an apapbila terlalu kecapean atau apoaun itu?,Rani juga ngak sehat..Rani ngak bisa capek kak.kataku ke kak Rian...nanti kalau kita udah nikah,terus uang kakak habis buwat berobat Rani gimana?tanya ku ke kak Rian,dengan senyum yang begitu menWan kak Rian berkata,sayangnya kakak ngak usah khwatir selama kakak masih bisa bekerja,dan bekerja..kakak akan usahakan semoga kamu ngak kecapean ngak sakit ngak merasa sendiri.ada kakak disini sampai kapanpun bersama Rani...itulah janji kami..dipeisisr pantai Parangtritis,kami berjanji untuk saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain.tibalah saatnya kami menuju rumah kak Rian,sesampai nya rumah kak Rian,aku dikagetkan dengan sesosok lelaki semuruan ku beediri didepan pintu masuk rumah kak Rian,dan ternyata lelaki itu kakak kelasku setingkat waktu smp dulu,namanya Handoko,loh RAN kok kamu samapi sini?tanyanya,em ia kak,ini rumah kakak,tanyaku.ia ini rumah orang tuaku dan lelaki yang mengandeng tangnmu itu kakaku,jawabnya sambil meirik tangan kami.aku pun reflek.mengibaskan cekakan tangan kak Rian..tapi ngk terlepas malah semkain kencang.nagapim dilepas..dia adiku kandung sayang,kalian kenal? "em dia kakak kelas satu tingaktku dulu pas SMP kak.jawabku sambil tertunduk."owh..jawab kak rian.bpak dirumah ngak?tanya.ada tuh dibelakang,jawab adeknya ya udah.yuk Ran keburu nanti kemaleman dikira ibu aku nyulik kamu karena gak balik2..dengan langak menyusuri lorong rumah kak Rian aku diajak kak Rian meniji halaman belakang rumah..yang terdapat sepetak tanah yang ditanami,padi,singkon dan sayuran dipingirannya. assalamualaikum pak.jawab kak ria ,waalaikaum salam.loh ada tamu ternyata,siapa le kok ayu tenan.jawab bapaknya kak Rian,temen pak,yang kemaren ria. ceritain ini dia saya bawa pulang. "perkenalkan pak saya Rani.em..belum sempat berkata kak Rian memotong ucapan Ki.v Calon mantu bapak,.jawab kak Rian sambil tertawa..hehehe walah ini to..ayo ayo masuk dulu nak Rani...bapak tak cuci tangan dulu,nak rani ngobrol dulu sama Rian sama.handoko sana diluwar.jawab bapak dan kami pun menuruti mas Rian untuk keluar menuju teras depan ruamh.em sayang aku ganti baju dulu ya kekamar kamu tunggu sini atau mau ikut aku kekamar gantiin aku baju sama mandiin aku.katanya sambil mengeringkan matanya dengan genit."em Kaka Rian ganti aja dulu ngapain sih omes Mulu kerjanya.jawabku sambil menunduk.menaham malu.dengan ketawa kak Rian meowel.pipiku dan pergi ke kamarnya yang ada disamping ruang tv.dwngan perasaan takut dan gelisah aku duduk sambil memili. tangan ku.setelah itu bapak keluar dari sudut ruagan paling ujung lorong rumah dan duduk didepan sofa yang ada di depanku..em nak Rani maaf.nak Rani berasal dari mana kok kayaknya Rian baru pertama kali ini membawa perempuan pulang kerumaj.tanya bapak kak rian,."saya dari Gunungkidul pak.jawabku singkat.owh gungkidul...Yahaya...oh ya handoko kemana kakak kamu?tanya bapak sambil moril Handoko yang duduk di sofa samping ruang tv yabg ada diseberang ruang tamu ini.kekmar pak.jawab handoko. "oh ya Nia Rani beginilah keadaan gubuk bapak sederhana. "ehem,saya hanya tersenyum dan sedikit gugup.setelah itu,kak riam keluar dari kamarny memakai kasi hitam bertuliskan cardinal dan celana jeans pendek yang membuat penampilan ya lebih segar dan apik dilihat. pak aku hanya ngenalin Rani kesini karena nanti malam bapak harus datang kerumah Rani,entah mau sama siapa,mau sama Ibuk,jauh,kalau gak pak RT aja pak..natR dianter Handoko pake mobil cuma pengen,ada perkenalan keluarga dulu,soalnya Rani masih punya kakak perempuan yang belum nikah..Kat kak riN sambil memakai jaket kulit yang ia renteng tadi.setelah berbasa basi kak Rian mengajak aku untuk diantarkan pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD