Di sebuah ruangan yang tak lebih luas dari 7x9 meter, tampak ada tiga orang pemuda yang sedang bermain kartu poker. Tak jauh dari kaki mulus tanpa bulu Javier yang saat itu mengenakan celana pendek selutut, terlihatlah sebuah wadah kecil dengan krim berwarna hitam di dalamnya. "Baiklah, tetap ingat peraturan main kita. Yang kalah harus dicoret wajahnya dengan tinta ini. Kalau dia menolak, maka yang menang wajib mengoleskannya sendiri di wajah sang korban. Apakah sudah jelas?" Javier menyipitkan kedua matanya, menatap kepada teman-temannya yang ada di hadapannya. Daniel yang sedang mengisap permen pun dengan cepat melepas lollipopnya sebelum terkekeh dengan nada meremehkan. "Heh, Javi! Tenanglah, ini hanya permainan!" ledeknya mengingatkan. "Kau terbawa suasana! Seperti kita akan bermain

