Setiap kisah memiliki alurnya tersendiri. Ada yang memiliki alur mulus dan ada pula yang berliku. Dan Araya merasa jika kisahnya memiliki alur yang penuh liku-liku. Sama seperti saat ini, Araya tak ingin berharap banyak karena ia takut harapan itu nantinya akan mengecewakannya. Sudah cukup ia pernah berharap pernikahan palsunya dengan Rion akan berakhir dengan kata happy ending, tapi yang ia dapatkan justru lebih menyakitkan daripada itu. "Bisa temani Ray di sana nanti, ma?" Pinta Araya saat mereka dalam perjalanan menuju kediaman orang tua Gevan. "Tenang aja, mama akan temani kamu." Araya tersenyum. Setidaknya ibu mertuanya belum menanyakan hal apapun setelah Gevan menelpon dirinya tadi. Tak lama kemudian, mobil yang membawa Araya tiba di kediaman Gevan. Sedikit takjub dengan kediama

