(CHLOE) “Ahh! Perih!” pekik Nicolas saat aku mengobati luka di sudut bibirnya. Kami baru saja berkendara menuju apotek terdekat untuk membeli obat luka untuk mengobati lukanya. “Siapa juga yang menyuruhmu untuk menerima pukulan Dax begitu saja!” jawabku kesal. “Ada alasan kenapa aku sengaja menerima pukulannya,” ujarnya seraya menyandarkan kepalanya ke belakang. “Hei, aku belum selesai mengobati lukamu,” kataku melihatnya yang sudah mengistirahatkan diri. “Jarakmu cukup jauh untuk mengobati lukaku. Kau juga sepertinya terlihat kesulitan,” katanya. “Aku tidak merasa kesulitan jadi cepatlah menoleh agar aku bisa segera mengobati lukamu!” ucapku kesal. Nicolas menepuk-nepuk pahanya. “Duduklah di sini,” katanya menatapku. “Kau ingin aku duduk di pangkuanmu sekarang?” tanyaku. “Ya.” A

