52

1070 Words

Mendengar ucapannya yang menusuk hatiku tentu saja perasaan ini menjadi sangat sedih, betapa sakitnya mencintai dirinya. Bak makan hati berulam jantung, dia yang kuharap akan menyambut datangku malah mendelik dan menunjukkan kebencian mendalamnya. "Sa-saya sungguh sedang sakit kemarin, Mas...." "Buktinya kamu masih bisa ke rumah sakit!" "Itu karena saya ingin tahu apa sakitnya? Tidakkah kamu ingin tahu apa yang sakit yang saya derita?" Suaraku makin parau, sesak di d**a kian menghimpit membuatku serasa tak mampu mengais udara. "Sudahlah, Mas ... jangan diperpanjang," ucap Maura sambil mendekat dan mengelus d**a Mas Hamdan. Mi itu terlihat ingin sekali mengambil perannya dia ingin mengambil alih suamiku dariku, ingin merampok hati Mas Hamdan dan menciptakan kebencian diantara k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD