Tanpa berpikir panjang, kukendarai motor menuju ke rumah mertua, kuparkirkan kendaraan itu sembarangan saja di bagian pelataran depan, kuseret gamis yang konon berharga mahal lalu mencari Maura ke dalam. "Assalamualaikum, Ibu," ucapku pada mertua yang kebetulan duduk di kursi depan. "Walaikum salam, ada apa terburu-buru, Nak, apa terjadi sesuatu?" "Aku ingin bicara pada Istri Mas Hamdan," jawabku tegas. Tanpa menunggu lagi aku langsung masuk ke dalam dan memburu wanita itu di kamarnya. Brak! Kubuka pintu kamar dan mereka yang ada di dalam sana tertegun, juga aku yang langsung kehilangan kata-kata menyaksikan mereka sedang bercanda di atas tempat tidurnya. Posisi Maura berada di atas tubuh Mas Hamdan, sedang tangan suamiku melingkar di pinggangnya, mereka bercanda tawa tanpa sungka

