67

1078 Words

Pagi pagi sekali, sekitar pukul tujuh lewat sepuluh menit, baru saja ketika aku melepas anak-anak untuk berangkat sekolah, kulanjutkan kembali tugas rumah, menyapu halaman dan menyiram bunga serta bonsai kesayangan. Tanpa kusadari tiba-tiba Maura sudah datang, berdiri di sampingku dengan wajah yang sudah dipasang seketus mungkin. "Assalamualaikum ...." "Walaikum salam," jawabku dengan rasa sebal, jangankan berbicara padanya, menatapnya saja aku sudah malas, benci dan muak. "Aku kemari datang untuk mengambil sisa pakaian Mas Hamdan," ucapnya dengan mendelik sinis. Ya Allah, rasanya menyebalkan sekali menatapnya, aku ingin mencakarnya. "Kamu lupa kalau semua pakaian Mas Hamdan sudah kamu ambil tempi hari, pakaian apa lagi yang mau diambil?" "Oh, ma-maksudku, sisa berkas dan barang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD