202

1160 Words

Dengan pilihan gaun berwarna pink dusty, aku duduk di kamar, menghadap ke kaca rias menyaksikan pantulan diriku sembari menunggu perias menyelesaikan hiasan di kepala. Sesekali ibu atau bibi datang mengecek sudah sejauh apa persiapan diriku sembari mereka mengucapkan selamat karena sebentar lagi akad akan dilaksanakan. Tak jadi mengambil gedung, kuputuskan untuk membuat acara dan mendekorasi rumah pribadiku saja. Rumah nampan semarak, di bagian depan terop sudah berjejer beserta dengan kursinya. Bunga dan background serta lampu lampu indah berkelap kelip menyemarakan suasana. Sejak pagi rumah kami sudah terdengar ramai oleh keluarga yang berbondong bondong datang. Mereka semua berebut ingin menyapa dan segera mengucapkan selamat pada kami berdua. "Aisyah, selamat ya," ucap salah se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD