99

1162 Words

Usai menemui calon suamiku, makan siang bersamanya sekitar dua menit, kuputuskan untuk pulang karena khawatir dengan kedua anak dan keadaan rumah yang katanya berantakan bekas tenda Mas Hamdan. Setelah dua puluh menit berkendara, aku sampai di rumah, belumlah berbelok ke halaman, mobilku terhalang oleh tenda yang melintang di pintu pagar, tertiup angin dan meleyot sebelah. Sambil mendecak menahan marah, aku segera turun dan menyingkirkan benda tersebut, kugeret ke pinggir sambil menahan dongkol di dalam hati. Rupanya tak semudah itu menarik tenda yang dipancang ke tanah oleh Mas Hamdan, aku harus mencabut tiang dulu baru bisa menyingkirkannya. "Kurang ajar, merepotkan saja," ujarku geram. Kulipat tenda itu ke pinggir lalu memasukkan mobilku. Kembali diri ini ke depan untuk mengambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD