45

1011 Words

Kupanggil kedua anakku, mengajak mereka duduk di ruang TV dan berdiskusi dari hati ke hati. "Kemarilah, Bunda ingin bicara," ajakku pada mereka berdua. Mereka meninggalkan meja belajar lalu datang menghampiriku dan duduk di dekatku. "Bagaimana menurut kalian, setelah bergulir pernikahan ayah satu bulan, bagaimana kesan kalian?" "Biasa saja," ujar Raihan sedikit tak acuh. "Kamu sendiri?" Kualihkan pandangan pada Putri, aku tahu dia belum mengerti, tapi tak apa kutanyakan pendapatnya. "Gak ada, Bun, terserah aja...." "Bunda dan ayah jadi sering cekcok dan ribut, berteriak sepanjang waktu dan merebutkan apa saja yang tidak seharusnya direbut," ucap Raihan dengan wajah tak suka. "Jadi, setelah melihatnya, apa yang harus Bunda lakukan?" Kedua anakku saling pandang, hanya mengendikka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD