102

1100 Words

"Mau kemana ini?!" Dia yang turun dari mobil langsung menghempas pintu dengan kasarnya. "Kamu keluar," jawabku singkat. "Kemana?" tanyanya sambil mengangkat dagu, sungguh songong! "Kemana saja, yang penting menyenangkan. Minggir sana, janga halangi mobil kami," jawabku. "Kamu boleh pergi, tapi tak perlu mengajak anak anakku, karena aku ke sini datang menjemput mereka," ujarnya lantang. Entah untuk berapa kali lagi aku harus dipermalukan oleh perbuatan mantan suami. Sudah sering aku canggung pada warga kampung dan tetangga karena sikap Mas Hamdan yag selalu cari perhatian dan bikin ribut. Sekarang, apa-apaan dia .... "Maaf ya, anak anak mau pergi dengan kami," ucap Irsyad menimpali. "Diam kamu! Kamu bukan bapaknya!" bentak Mas Hamdan sambil melotot, putri kecil Irsyad nampak takut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD