Pukul 10.00 malam di saat kami semua sudah lelah dan hendak beranjak ke peraduan. Kulihat Maura masih terduduk di atas karpet ruang tamu. Dia terus memandangi layar ponsel dan berurai air mata. Kucari Mas Hamdan dan kutemukan Dia sedang berbincang-bincang dengan para tetangga kami yang dulu. Melihatku menatapnya pria itu seakan paham bahwa aku ingin bicara sesuatu jadi dia segera minta izin kepada teman duduknya dan menghampiriku. "Ada apa Aisyah?" "Sudah malam, Mas, ajak lo Maura untuk tidur denganmu dia butuh istirahat," jawabku. "Baiklah, tapi sebelumnya aku akan berpamitan dengan orang orang yang duduk, gak enak nanti mereka nungguin." "Oke," jawabku. Tak mau menunggunya, kuputuskan untuk masuk saja ke kamar, kudapati Zahra tertidur di ranjangku, kukecup Wajah polos dan keningnya

