36

1057 Words

Sewaktu aku akan pergi, tak sengaja diri ini berpapasan dengan ayah mertua beliau terlihat rapi mungkin baru saja kembali dari menghadiri undangan. "Assalamualaikum," ucap ayah lembut. "Walaikum salam, Ayah." "Kenapa wajahmu terlihat kesal, ada apa?" tanya mertua penasaran, aku yang sudah sungkan ditanya-tanya hanya menjawab seperlunya. "Saya harus pulang, permisi Ayah," ucapku singkat. Ayah mertua mengangguk tapi ketika mendengar suaramu orang menangis tersedu-sedu ayah langsung menahan bahu ini dan memintaku untuk tidak pergi. "Tunggu dulu, apa yang sedang terjadi di dalam?" "Aku tak tahu, biarlah Mas Hamdan selesaikan urusannya," jawabku sambil menjauhkan tangan ayah dari bahuku. "Maura!" Ayah memanggil menantu keduanya dengan kencang. Wanita yang dipanggil langsung mendatangi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD