118

1210 Words

Tidak mau anakku menyaksikan semua kekacauan yang dibuat Mbak Dwi di dalam rumah ini, aku segera memutuskan untuk bangkit dan membereskan kembali lemari dan pakaian yang berserakan. Kususun baju dan juga gamisku yang tadi diinjak-injak olehnya, tak terasa air mata ini kembali tumpah, aku tak mengira bahwa diriku akan lemah dan serapuh ini. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk membela diri karena tahu bahwa diriku bersalah di matanya, aku adalah orang kedua yang kemudian dia anggap sebagai pengganggu dan perusak. Sebenarnya, kalau kuperhatikan rumah tangga Mas Har dan Mbak Dwi baik baik saja. Mas Har tidak terlalu sering mengeluhkan tingkah istrinya, dia hanya bilang bahwa Mbak Dwi boros dan susah diatur tapi Mas Haryadi tidak pernah berniat untuk menceraikan istrinya. Jadi mengapa ia begi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD