"inikah balasan yang kau lakukan padaku selama 14 tahun berumah tangga!" Tiba-tiba pria itu datang ke rumah mendapatiku sedang sarapan dan langsung menghempaskan surat panggilan persidangan ke atas piring makanku. Di amplop coklat itu tertulis kop pengadilan agama dan nama tergugat Hamdan Bin Suryono Aji. Kuletakkan sendok di meja, melipat tangan lalu menatapnya dengan seksama. "Lalu, aku harus bagaimana, Mas?" "Hah, aku gak nyangka ya ... kamu memutus ikatan pernikahan kita dengan cara seperti ini...." Pria itu mendesis dengan tawa tak percaya. "Kamu terdengar seperti wanita yang merengek pada suaminya," ujarku dingin. "Setelah mengajukan gugatan cerai beraninya dengan santai kau menatapku seperti itu!" Brak! Pria itu menggebrak meja, mengungkapkan cetusan emosi dari tatapan m

