174

1131 Words

Kami sedang duduk di meja makan, menyantap hidangan kerang dan kepiting ketika Raihan mulai bertanya dan mengajakku diskusi. "Bunda ...." "Ya, gimana kelangsungan Bunda sekarang, gimana kabar Bunda dan Om Irsyad?" "Bunda baik baik saja," jawabku " .... dan om irsyad juga baik baik saja." "Maksudku, kelangsungan pernikahan Bunda?" "Kami akan berpisah, itu jalan terbaik," jawabku. "Kasihan icha, dia pasti sedih kehilangan Mama untuk kedua kalinya," balas Raihan. "Bunda tidak berdaya, Bunda tak bisa memaksa keadaan terlebih Icha adalah anak Om Irsyad. Bunda tak bisa membawanya bersama kita." "Dia pasti kecewa Bunda ...." Kini Zahra menggumam sambil menyuapi makanan ke mulutnya. "Kecewa tentu saja, tapi Bunda tak bisa apa apa," balasku. "Sayang sekali," gumam Raihan. "Di sekolah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD