"Astaghfirullah ... Maura." Aku segera mendekat dan membantu Mas Hamdan memapah Maura dan meletakkannya ke ranjang. "Maura, sadarlah," ucapku mencoba membangunkan namun wanita yang sedang kehilangan anaknya itu nampak tak bisa menerima kenyataan berat yang memukul batinnya. Bisa dibayangkan seorang ibu yang tiba-tiba kehilangan anak yang amat dicintainya, pasti amat menyakitkan dan sedih. "Aisyah, aku kehilangan Rafa, kami gagal menjaganya," ucap Mas Hamdan menahan air mata. "Ya Allah, Mas, sabar Mas," ucapku menyentuh bahunya. Pria itu menangis sedih, menutup wajah menahan Isakan dengan bahu terguncang. Aku mendekat dan pria yang pernah amat kucintai itu langsung memeluk diriku dan menumpahkan kesedihan besarnya. "Sabar Mas," bisikku kata kata itu di telinganya "Allah lebih sayang R

