Sesuai janji mereka di obrolan pesan pagi tadi, Tara mengunjungi Dini siang harinya. Sebelum makan siang karena dia berniat untuk makan siang bersama Dini, dan itu sudah disebutkannya di obrolan pesan pagi tadi. Dini sudah harus siap ketika dia tiba. Menyebalkan memang, tapi Dini tidak masalah dengan itu. Dia tidak pernah keberatan karena yang dilakukan Tara untuk kebaikannya. Sahabatnya itu selalu memiliki cara untuk mengeluarkannya dari rumah kalau dia dilarang keluar, seperti hati ini. Dini beruntung karena kedua orang tuanya tidak ada di rumah, Mama pergi bersama teman-temannya dan akan kembali setelah makan malam. Dia memiliki waktu lebih dati setengah hari berada di luar. "Lo udah siap?" tanya Tara melihat Dini tersenyum lebar menyambutnya. Dini tak menjawab, dia hanya mengangguk

