Untuk sejenak mata Rori dan Sushi bertemu. Rori penasaran ingin tahu reaksi Sushi setelah melihat nya. Sushi menyesal karena tidak menyadari keberadaan Rori lebih awal. Bukankah tadi pagi Rori masih tak sadarkan diri. Kenapa sekarang berdiri tegap di sini? Ya walaupun tadi Rori memang sadar saat ia tinggal. Pikiran Sushi sudah macam - macam. Termasuk bahwa Rori nyatanya hanya bermain prank lagi. Tapi Sushi memutuskan untuk tetap mendinginkan hati dan pikirannya. Ia berusaha tetap tenang. "Silakan kalian bicara baik - baik. Apa saya perlu pergi supaya kalian bisa bicara dengan lebih leluasa?" tanya Vanila. "Jangan!" Rori dan Sushi menjawab bersamaan. Biar bagaimana pun mereka membutuhkan Vanila di sini. Vanila adalah satu - satunya orang yang bisa membuat mereka benar - bena

