Karena terbatasnya ruang di klinik, tidak ada yang ditutupi saat Rori mendapat pertolongan pertama. Vanila malah tetap berada di samping Rori. Jadi Vanila melihat segala prosedur yang mereka lakukan. "Refleks mata buruk." Dokter itu melapor pada beberapa asistennya setelah mengetes refleks mata Rori menggunakan lampu senter. Seorang perawat sedang memasang infus di pergelangan tangan Rori. Yang lain memasang masker oksigen. "Kamu temennya? Kamu bawa kartu mahasiswanya?" Salah seorang perawat mendatangi Vanila. Vanila hanya mengangguk, segera menyerahkan kartu mahasiswa Rori yang senantiasa ia genggam. "Kata kamu tadi dia sakit kanker? Hari ini sudah minum obat? Kami di sini hanya membantu memberi pertolongan pertama. Kita lihat perkembangan kondisinya. Kalau ia tak kunj

