Waktu terus berlalu dan tak terasa seminggu telah terlewati. Keadaan Irene kini menjadi lebih baik di mana luka lebam di wajah telah hilang tanpa sisa. Kini dia bisa pergi ke kampus dengan percaya diri dan tidak membuat banyak pasang mata menatap aneh terhadapnya, meskipun sejauh ini dia mengacuhkan begitu saja ketika ditatap dengan aneh oleh siapapun yang bertemu. Jam kelas yang diikuti oleh Irene akhirnya selesai ketika waktu menunjukkan pukul 2 siang. Dia meninggalkan ruangan bersama seorang teman wanita bernama Widi dan merupakan sahabatnya sejak duduk di bangku SMA dan terus berlanjut di fakultas yang sama. Mereka memutuskan untuk menuju kantin sekedar beristirahat setelah melewati hari yang membosankan di dalam kelas sambil memesan makanan dan minuman serta berbincang. Setibanya di

