Bab 14 Tempat Mangkal

1549 Words

Keesokan harinya, Marco bangun pagi seperti biasa. Walaupun hari libur, dia tetap menjalankan rutinitasnya seperti biasa dan pergi jogging mengelilingi komplek perumahan sendirian tanpa ditemani oleh Jack yang masih terlelap dalam tidurnya. Beberapa kali Marco bertemu dengan tetangga dan bertegur sapa juga terhenti di sebuah taman di mana banyak orang berkumpul saat libur. Tak ayal, banyak pedagang makanan yang mangkal dan bisa dijadikan tempat santai tanpa harus pergi jauh. Sambil terengah Marco akhirnya duduk di sebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu tanpa seorang teman, meskipun beberapa pasang mata menatap penuh pesona ke arahnya, tapi diacuhkan begitu saja oleh Marco karena menganggap mereka hanyalah wanita genit dan biasa berlaku seperti itu jika melihat pria yang dianggap menar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD