Bugh .. Bugh .. Bugh .. Vita menutup mulutnya saat pasangannya memukuli anak nya dengan membabi buta sewaktu-waktu anak mereka itu sampai di rumah. "Bang Vier, udah!" Vita menghampiri Jovan yang tersungkur sambil menyeka sudut bibirnya yang berdarah. "Harusnya Dad tahu aku gila nya nurun dari siapa" Jovan berkata. "JOVAN" Vita meninggikan suara nya. "Freya bukan bagian dari Dimitrio" Jovan melanjutkan. "Dia adik kamu, dan kamu enggak berhak atas dia" Vita menyahut, jelas sebagai seorang ibu ia kecewa. "Freya sebentar lagi 18 tahun dan dia berhak atas hidup nya sendiri" Jovan menjawab. Bugh .. Vita memekik saat Jovan kembali terjatuh. "Jangan bersuara tinggi sama Mommy kamu, Jovan!" Javier menyahut. "Aku berhak atas Freya!" Jovan menjawab. "Oke, kalau itu mau kamu" Javie

