17 Recklessness

1795 Words

- Beberapa jam sebelumnya. - Austin tengah sibuk dengan berkas-berkas diatas meja kerjanya di kantor. Beberapa waktu terakhir pekerjaannya memang sangat menumpuk karena ia menerima banyak proyek dari klien besar. Karena kesibukannya inilah ia sangat jarang bisa pulang kerumah. Atau mungkin Austin memang sengaja menandatangani banyak proyek agar dapat mengalihkan pikirannya dari sosok yang ada dirumah. Waktu telah menunjukkan saatnya makan siang. Terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan konsentrasi pria itu dari kertas-kertas ditangannya. “Masuk!” Seru Austin mengizinkan. Pintu ruangan CEO itupun sedikit terbuka. Dari sana muncul sesosok gadis remaja yang langsung masuk kedalam ruangan itu dengan santainya. “Pasti kakak belum makan siang!” Ia adalah Claire, adik Austin. “Ternyat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD