37 Once Again Tragedy

1917 Words

Keesokan harinya, meskipun dengan berat hati, Austin harus kembali bekerja dan meninggalkan istri serta anak-anaknya dirumah. Hal ini tetap dilakukan mengingat ia masih harus berlakon dihadapan publik. Hal serupa juga dilakukan oleh Henry yang juga kembali ke kantor, serta Claire yang harus melanjutkan kegiatannya di kampus. Meskipun demikian, aura bahagia tak bisa ditutupi oleh Austin. Tak ada lagi sulky Austin, si muka datar Austin, ataupun ekspresi ‘don’t touch me or I’ll kill you’ milik Austin. Seluruh karyawan yang melihatnya pun menatap bosnya dengan pandangan aneh, karena tak peduli betapa keras usaha Austin untuk tetap berwajah datar, ujung bibirnya tetap melengkung ke atas bahagia. “Control your face, buddy!” Bisik Benson yang sudah berdiri disebelahnya sambil menunggu lift. “M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD