Gadis berkuncir kuda itu meremas kedua tangannya sesekali menghela napas panjang seolah ia tidak nyaman dengan suasana disekitarnya. Ia meraih segelas air di depannya dan menghabiskan air itu sampai tandas. "Dedek cantik haus ya?" Tanya Marcel melihat gelas Arum sudah kosong, Arum mengangguk resah sesekali milirik gadis di depannya. Ya, gadis itu akhirnya duduk bersama mereka dan sialnya dia duduk berhadapan dengan Arum. "Makan ini!" Mirah meletakkan beberapa potong daging kedalam piring Arum berisi spaggeti "Dagingnya enak, empuk dan lembut" sambung Mirah sebelum memanggil waitres untuk mengisi air pada gelas Arum "Aku gak nafsu, Rah" "Loh? Makanannya kurang enak ya? Mau aku pesankan yang lain?" "Gak usah, bukan makanannya yang gak enak tapi kayaknya perutku udah penuh deh" "Aban

