Rindu

1535 Words

Mirah menangis membekap mulutnya melihat sahabatnya menangis. Mirah berjongkok menghapus air mata sahabatnya yang turun kepelipisnya. Tubuhya tetap diam namun kepalanya ia geleng-gelengkan dan bibir kecilnya terus mengucapkan kalimat itu, kalimat yang mampu membuat Mirah sebagai sahabat tak bisa memikirkan kehidupan kejam yang dialami sahabatnya itu. "Jangan!" "Jangan!" "Jangan sentuh!" "Jangan sentuh om aku mohon hiks!" "Ibu tolong Arum ibu tolong!" "Arum tenanglah! Tenang!" Seru miss Maria melihat tubuh Arum terguncang hebat. Tubuh Arum kembali relax berbeda dengan matanya yang tak henti-hentinya mengeluarkan air. Mirah tetap setia menghapusnya mendengar isak Arum yang tertahan meski saat ini Arum berkelana di alam bawah sadarnya. "Arum kamu bilang semuanya tidak apa-apa, kamu bil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD