Sahabat

1747 Words

Arum memegang sealtbeltnya erat lalu menoleh pada Elang disampingnya. Ada apa dengan kakaknya itu? Kenapa dia terlihat marah sekali. Arum menutup matanya saat Elang menyalip mobil-mobil didepannya. "KAKAK HENTIKAN!" Teriak Arum menutup matanya Ciiiiiiiitttttttttt Arum menghela napas lega setelah mobil berhenti. Arum pikir ia akan mati gara-gara jantungan. "Ka," Arum menutup mulutnya melihat cengkraman Elang distir mobilnya mengeras. Arum juga bisa merasakan deru napas Elang yang tak beraturan, dari samping Arum melihat rahang kokoh Elang mengeras dan itu membuatnya ngeri. "Kakak kenapa?" Tanya Arum memegang lembut lengan Elang. Elang menghela napas panjang dan mengusap wajahnya kasar. Elang menatap tangan Arum dilengannya kemudian beralih menatap Arum yang terlihat takut. Elang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD