Sampai mansion stela langsung masuk ke kamar dengan hati yang amat sangat bahagia. Namun bahagia itu seketika lenyap. Tunangan harus ada restu kedua orangtuanya. Bahkan kedua orangtuanya tidak peduli dengan dia. Seketika hati stela runtuk. Ingin nangis sekencang kencangnya. Namun percuma, tidak akan merubah keadaan. Stela mencoba untuk mengatakannya kepada daddynya terlebih dahulu. Stela mengambil ponselnya dan menelephone daddynya. "Hallo ada apa sayang?" "Daddy sibuk nggak?" "Daddy lagi ada meeting penting. Nanti lagi ya" "Nanti kalau udah selesai telephone balik dad. Stela mau ngomong penting" "Oke sayang" Stela langsung mematikan telephonenya. Itulah daddy stela, selalu sibuk dengan perusahaannya. Tidak peduli lagi dengan stela. Namun tak membuat stela membencinya. Stela harus

