Setelah berkutat hanya dalam hitungan menit saja, Naira sudah menemukan di mana alamat rumah Mala yang asli dan siapa-siapa saja kerabatnya. Tidak perlu diragukan lagi, Naira memang jagonya soal itu. Dia memanggil Alva dan menerangkan apa yang sudah dia temukan dengan sangat rinci. Farah dan Deva yang saat itu masih berada di lokasi ikut menyimak sambil menikmati keripik kentang yang Naira suguhkan. “Kita harus temukan mereka, Nai,” Alva berujar dibalas anggukan oleh Naira. Dengan sigap tangannya kembali menari di atas keyboard dengan sangat lihai. Lima menit. Ketemu! Naira membacakan alamatnya. “Gue tau amat ini,” Deva membaca sekali lagi alamat yang tertera di laptop Naira beberapa detik kemudian mengulangi kalimat yang serupa. “Biar gue yang ke sana,” Deva menawarkan diri. “Gue ik

