--Happy Reading-- “Anna, kamu lama sekali.” Marta melambaikan tangannya ke arahku, seraya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah aku dan mas Adam. Rupanya Marta sudah sampai lebih dulu di rumah sakit dan menungguku di ruang loby informasi. Aku tersenyum kecil, sambil mengusap tengkukku yang tidak gatal. Aku yakin, Marta sedang bertanya-tanya siapa laki-laki yang ada di sampingku ini. Secara, kedua bola matanya tidak berpaling dari wajah mas Adam. Aku pun sedikit menjaga jarak dengan bergeser dari posisi berdiriku. Mas Adam nampak mengerti, atas apa yang sedang aku lakukan. “Dia, siapa? Ganteng banget. Kenalin dong!” bisik Marta, di samping telingaku. “Bosku,” sahutku berbohong dengan suara pelan. “Woow…” Marta nampak tercengang. “Aku juga mau, kalau punya Bos kek gitu. Be

