--Happy Reading-- Mas Adam membeku, kala ucapan asisten Bisma sangat jelas, kalau dirinya sedang berada di kamarku, bukan di kamarnya. Ekor matanya menyapu seluruh ruangan dalam kamarku, sepertinya dia mulai yakin dan percaya, jika dirinya memang benar-benar berada di dalam kamarku. Terlihat jelas dengan mulutnya yang sedikit menganga. “Aawh..” pekik Mas Adam lirih, seraya kedua tangannya memegangi kepalanya. Sepertinya, ada rasa sakit atau pun pening yang sedang menyerangnya. Mungkin, efek dari minuman yang mengandung alkohol dalam tubuh mas Adam masih belum hilang sepenuhnya. Detik kemudian, Mas Adam nampak memegangi lehernya dengan meringis seperti orang yang ingin muntah. Dengan secepat kilat, dia berlari ke arah wastafel dan segera mengeluarkan isi perutnya yang hanya berupa cai

