Chapter 44. Kak Asma.

1200 Words

--Happy Reading-- Hampir sepanjang jam mata kuliah kedua berakhir, Marta masih mendiamkanku. Padahal, aku sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya, jika aku tidak menyukai Satria dan bahkan tidak bisa menerima cintanya. Namun, Marta masih tidak percaya dengan penjelasanku. Bagitu juga dengan Satria, nyaris bungkam sepanjang pembahasan materi di kelas. Sepertinya dia masih shock atas apa yang aku katakan kepadanya soal Marta. Satu per satu, teman-temanku meninggalkan kelas ini. Begitu juga dengan dosen yang mengisi materi. Hanya aku, Marta dan Satria yang masih tersisa di kelas. Aku menyusul langkah Marta dengan menahan lengannya, ketika hampir ke luar kelas. “Tunggu, Marta! Kita harus bicara.” Marta menoleh dengan tatapan dingin, dengan ketus dia berkata. “Untuk apa? Untuk menjelaska

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD