--Happy Reading— POV Annaya Ahmad. Lekas aku membersihkan diri, setelah lelah menumpahkan air mataku di sandaran daun pintu kamar. Aku menatap nanar angka yang semakin merangkak malam. Hampir satu jam lebih, aku menangis dengan hatiku yang sakit tak berdarah. Apa yang mas Adam lakukan, membuat hatiku sakit dan perih. Kalau memang aku harus dihukum, atas kesalahanku pulang malam, apa harus dengan cara seperti itu menghukumku? Memangnya, tidak ada cara lain yang lebih baik dan mendidik. Kalau sudah dasarnya tidak suka kepadaku, kenapa harus seperti itu? Memangnya, dia lupa kalau aku ini bukan Kirana? Aku ini hanya istri terpaksanya. Setan apa yang sudah merasukinya, hingga menganggap aku Kirana dan ingin memberi hukuman kepadaku. Bukankah Mas Adam habis bertemu dengan kekasihnya yang be

