THE DARK SIDE OF ARTAN

1501 Words
Hidup adalah sebuah seni dimana setiap orang memainkan perannya masing-masing, dan aku sadar bahwa Akulah pemain dalam setiap alurnya, apapun jalan cerita yang Tuhan gariskan akan selalu membuatku lebih hidup tiap harinya, Rasa sakit dan kekecawaan pastinya selalu ada dalam kisah seseorang oleh sebab itu ketika segala hal buruk datang kepadaku, maka tak sedikitpun aku merasa bahwa dunia ini Kejam, Karena hal itu hanya dirasakan oleh seorang korban, dan aku bukanlah seorang korban dalam kehidupan, akulah pemain dalam permainan ini, entah nanti akan bisa aku menangkan atau tidak tapi setidaknya aku menikamati setiap permainan dalam kehidupan. Hidupku benar-benar dipermainkan oleh seseorang dengan begitu liciknya, tidak satupun aku menemukan suatu keadilan dalam sebuah hukum, bahkan hukum Tuhan sekalipun tampak sirna didunia. Namun dengan dalih kasih saying Tuhan selalu berkata akan menguji setiap hambanya yang Ia cinta. Dan ia menjanjikan keadilan yang sesungguhnya di tempat yang belum manusia tahu keberadaannya. Hingga aku sadari bahwa keadilan tidak akan pernah ditemui dalam sebuah dongeng seperti di Negeri ini dan Cinta. Akulah seorang pemain akan kupastikan akhir dongeng itu akan menjadi indah saat kebenaran terungkapkan serta keadilan di tegakkan. Kelak akulah yang akan mempermainkan kehidupan kalian. 28 MEI 2022 Risanjani Maharani Surat terakhir sebelum dilayangkan vonis penjara sepuluh tahun kepada Risanjani maharini atas kasus pembunuhan di kantor perusahaan ternama di Jakarta. 28 Mei adalah hari ulang tahun Artan dimana seharusnya di tanggal itu pula Risa dijadwalkan menjalani sidang skripsinya. Namun kehendak Tuhan memang tak bisa disangka-sangka, di hari itu justru Risa harus menghadapi sidang di pengadilan akan kasus yang menimpanya. Bahkan rencana pernikahan yang di janjikan Artan pun lenyap menjadi angan. Impian mereka duduk bersebelahan di depan penghulu dengan mengikrarkan janji suci pernikahan justru berubah menjadi duduk berhadapan dengan penuh kebencian di pengadilan, seperti kucing dan anjing yang mempunyai dendam dan ingin saling menyakiti. Dua insan yang sama-sama berusaha saling memberi kebahagiaan sebelumnya kini harus bertarung memenangkan persidangan. Kasus ini memang bukan yang pertama untuk Artan, namun disinilah idealis Artan mulai terkikis, ia tak peduli lagi tentang benar atau salah, baginya yang terpenting saat itu adalah memenangkan kasusnya lagi meski ia harus melawan orang yang pernah ia sayangi. Entah jalan fikiran yang ia ikuti hingga membiarkan Risa menghadapi hukuman atas kesalahan yang jelas Artan yakini bahwa Risa tidak mungkin melakukannya. Artan paham benar dengan karakter Risa, wanita sepolos dia tidak mungkin membunuh seseorang, bahkan dengan seekor kucing pun ia tak pernah tega untuk melukainya. Risa mulai tersadar akan perkataan Artan yang mengatakan bahwa sumber luka terhebat berasal dari orang yang paling dekat itu benar adanya, ternyata dia sedang mendeskripsikan dirinya sendiri. Pagi itu Risa mendapat balasan dari e-mail dari suatu perusahaan yang ia lamar, pesan itu memberitahukan jadwal interview untuk Risa di salah satu perusahaan Jakarta, setelah menyelesaikan Thesisnya kini Risa tinggal menunggu Jadwal sidang skripsi, sembari menunggu jadwal , Risa pun secara iseng mengirimkan beberapa lamaran ke Perusahaan. Dan beruntungnya salah satu perusahaan menawari Risa untuk menghadiri Test Interview, meskipun sebenarnya itulah awal dari segala penderitaan dia. Langkah begitu pasti saat menginjakan di perusahaan tersebut, terlihat juga beberapa para pelamar lain sedang sibuk untuk mempersiapkan Test interview, karena mengalami kemacetan parah di Jalan mengharuska Risa mendapat antrian terakhir. Meski rasa bosan melanda namun ia tetap sabar melaluinya, hingga pada gilirannya tapi dan mulai melangkahkan kaki ke dalam ruangan, Risa tidak melihat sedikitpun tanda-tanda test Interview. Ruangan kosong dan hening, tampak semua kertas berhamburan di lantai, Ia pun melihat bercak darah di lantai, sekujur tubuhnya gugup ketika melihat seseorang berumur 40 tahunan berbujur lemah di sudut ruangan beserta pisau yang masih menancap di perutnya, dengan mendengar rintihannya untuk meminta tolong Pada Risa, ia pun mendekat mencoba menolong, bapak tersebut meminta Risa mencabut pisau dari perutnya, terlihat banyak tikaman di perut bapak tersebut dengan kemungkinan pelakunya telah menikam beberapa kali dan bodohnya kala itu Risa tidak berfikir panjang bahwa nanti sidik jarinya menempel di pisau tersebut sehingga menyebabkan Risa bakal tertuduh akan kasus pembunuhan tersebut. Setelah mencabut pisau tersebut Risa melihat seorang perempuan cantik ke luar dari sebuah ruangan ia terlihat panik dan ingin melarikan diri namun ia justru kebingungan melihat di depan masih banyak pelamar, namun tiba-tiba perempuan itu justru mengambil pisau tersebut dan menusukan ke dirinya sendiri hingga membuat seolah-olah Risalah pembunuh atas kedua orang tersebut. Tak lama kemudian beberapa Polisi sampai di tempat kejadian saat melihat Pisau di tangan Risa yang penuh dengan darah. Polisi pun segera membawa ke kantor Polisi. Berita ini pun segera begitu cepat mengingat korban pembunuhan tersebut adalah salah Pengusaha ternama dan anak semata wayangnya. Sehingga berita ini menjadi topic hangat di masyarakat. Keluarga Risa sangat terpukul mendengar kabar tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa Risa mampu melakukan hal tersebut, gunjingan dan cemoohan pun di lontarkan kepada keluarga oleh para tetangga mereka. Kemarahan Ayahnya tidak bisa di bendung ia bahkan melempar segala benda yang ada dihadapnnya untuk meluapkan emosinya. Perdebatan mulai muncul antara Ayah dan Ibu Risa, ibunya ingin mengetahui dan menemani Risa kondisi Risa saat ini, namun Ayahnya melarang dengan jelas untuk ikut campur urusan dia, karena baginya Risa bukan tanggung jawabnya setelah ia memutuskan pergi dari rumah. “Untuk apa ngurusi anak yang tidak tau diri itu yang bisa nyusahin keluarga saja” ujar Ayah Risa “Bagaimanapun juga Risa masih anak kita pak, dan saya percaya Risa tidak mungkin melakukan hal itu” jawab sang Ibu “ lagipula dia kan punya pacar seorang pengacara, pasti dia akan menangani kasus Risa” bentak sang Ayah. Namun tekad ibunya masih bulat untuk mengunjungi Risa di Kantor Polisi, disanapun Ia bertemu Artan sedang berbicara pada Risa, meski dalam keadaan sedih Risa masih mencoba tersenyum menghadapinya terlebih lagi ketika melihat ibunya yang sudah lama tidak ia temui. Peluk erat ibunya menguatkan kembali semnagat Risa. Beliau juga meminta maaf atas sikap bapak yang masih Marah pada Risa, namun tetap meyakinkan bahwa Ayah masih peduli dengan Risa juga ia berpesan pada Artan untuk tetap menemani dan menjaga Risa menghadapi masalah ini. Hal yang terduga kembali di alami Risa, saat ia yakin bahwa Artan akan selalu ada dan menjadi pahlawan untuknya, namun Artan justru mengkhianati Risa dengan menjadi Pengacara Korban. Seorang Artan yang mempunyai dedikasi untuk menegakan keadilan justru berubah menjadi seorang Pecundang. Artan dengan tanpa terpaksa membela korban tersebut di karenakan mereka mempunyai hubungan keluarga dengan Client Pertama Artan yang merupakan Pengusaha ternama di Jakarta, ia sebagai Pengacara keluarga tersebut bertanggung jawab menangani atas kasus ini. Terjadi perdebatan besar antara Raya dan Artan di kantor Polisi. Risa : Maksud kamu apa Mas ninggalin aku gitu aja saat keadaan seperti ini, aku Cuma punya kamu Mas, lalu siapa lagi yang akan membantuku sementara keluargaku sendiri tidak peduli Mas? Artan : Tidak semua hal yang kujelaskan akan kamu pahami Ris, Aku benar-benar terpaksa melakukan hal ini, dan karena aku tidak di pihakmu bukan berarti aku tidak mencintaimu Ris. Risa : Persetan dengan Cinta Mas,lelaki mana yang sanggup membiarkan wanitanya menghadapi badai sendirian disaat ia membutuhkannya. Dimana Prinsip mu yang akan membela kaum yang lemah. Artan: Kamu salah menilaiku Ris, jika kau menganggapku demikian itu artinya kamu memang bodoh Risa, tidak mungkin aku melakukannya bukan karena uang, da nasal kamu tahu bahwa semua client yang ku tangani adalah seorang konglomerat dan mereka juga selalu menjanjikan uang yang besar jika aku memenangkan kasusnya, dan asal kamu tahu aku mendekatimu hanya karena aku tahu kau dekat dengan Yuji sehingga aku bisa memanfaatkanmu untuk mendapatkan bukti-bukti. Risa : Bangsat kamu Mas, aku rela ninggalin keluarga dan percaya sama kamu namun ternyata ini wajah asli kamu. Artan : Aku sudah mengatakan sebelumnya Risa bahwa orang terdekat adalah pemberi luka yang paling hebat, namun kau saja masih tidak memahaminya. Tapi satu hal yang aku heran kenapa kau selalu berhubungan dengan kasus yang ku tangani. Seolah pertanda mungkin kalo kita berjodoh ( sambil tertawa sinis ), tapi itu tidak mungkin Risa karena setelah saya memenangkan kasus ini, saya akan di jodohkan dengan anak konglomerat tersebut. Risa : baiklah, sekarang kau telah mengajariku cara untuk bagaimana memainkan permainan ini, dan akan ku pastikan kelak kau akan terluka oleh permainanmu sendiri, kehancuranku juga akan menjadi awal kehancuranmu. Artan pun kembali memenangkan kasus tersebut hingga mengakibatkan jatuhnya Vonis 10 tahun penjara untuk Risa. Terkuaknya sisi gelap Artan membuat Risa bertekad untuk membalaskan dendamnya pada Artan setelah masa hukumannya selesai. Ia tak rela menghabiskan sepuluh tahun di penjara, sementara Artan hidup bahagia dengan segala kelicikannya. Sejak kejadian itu Risa menjadi wanita yang tidak pernah bisa mempercayai siapapun, Ia telah mengalami pengkhianatan dari orang-orang terdekat sehingga membuatnya tidak percaya dengan hubungan yang tulus, bahkan ikatan keluarga yang disatukan oleh darah pun tidak menjamin tulusnya kasih sayang mereka. Dunia begitu tak adil bagi Risa, selama dua puluh satu tahun tidak pernah ia mendapatkan kasih saying yang tulus dari seseorang, maka saat awal kedatangan Artan ia merasakan hidupnya terasa hidup namun tak di sangka jika pada akhirnya ia juga lah yang membawa Risa ke ambang kematian, saat merasa hidupnya tidak berguna lagi, ia ingin memutuskan mengakhiri hidupnya, namun ia sadar bahwa Permainan antara Ia dan Artan belum terselesaikan. Ia harus sanggup bertahan dalam kehidupan agar bisa membalaskan dendam kepada Artan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD