Meski Risa telah memutuskan hubungan dengan keluarganya, ia tetap ingin menjaga persahabatannya meski ia telah mengalami pengkhianatan dari orang terdekatnya Yuji, sahabatnya dari kecil justru menjadikan retaknya hubungan Risa dengan keluarganya. Risa tak pernah menyimpan dendam sedikitpun pada Yuji, baginya ia merupakan sahabat yang selalu ada dalam hidupnya ia juga tidak ingin persahabatannya hancur hanya karena satu kesalahannya, lagipula tanpa kejadian itu pula ia memang sudah lama ingin pergi dari rumah. Risa juga sudah mengalami pahitnya kehilangan keluarga, maka ia juga tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. Yuji memohon maaf atas kesalahannya pada Risa, ia mengaku terpaksa melakukannya karena tidak bisa membohongi keluarga Risa. Namun Yuji berjanji untuk memperbaiki hubungan Risa dengan keluarganya, ia juga menasehati Risa bahwa yang ia lakukan adalah salah, meninggalkan keluarganya demi lelaki yang baru kenal. Ini bukan hal yang Risa inginkan, ia berjanji akan pulang ke rumah saat semuanya mulai membaik, ia termasuk anak yang penyayang terhadap keluargnya, yang ia lakukan hanyalah emosi sesaat saja. Tahun-tahun terakhir di bangku kuliah memanglah melelahkan, hari tanpa overthinking memikirkan akhir untuk thesis ini, terlebih lagi Risa harus menghadapinya bersamaan dengan masalah keluarga. Ia juga membayangkan bagaimana jika di akhir perayaan kelulusan tidak ditemani keluarga, hati dan pikirannya saat riuh kala itu, ia ingin kembali ke rumah namun egonya tetap menahannya meski rasa rindu tetap membayangi hari-harinya. Sore itu saat berada di Coffe Shop, ia melihat Yuji tengah bertengkar dengan seseorang, ia merasa tak asing dengan orang yang tengah memaki-maki Yuji, karena tak ingin temannya dalam masalah, ia mencoba datang ke Yuji untuk menyelesaikan masalahnya, saat menghampiri Yuji , ia justru sangat panic akan kedatangan Risa, seolah ada sesuatu yang disembunyikan Yuji, nada bicara Yuji semakin terdengar gugup dan terbata-bata. Orang yang tadi berselisih paham dengan Yuji pun tiba-tiba pergi setelah Risa datang. “ Yuji, kamu ada masalah apa dengan orang itu” Tanya Risa, Yuji pun mencoba menjawab dengan santai “ Ga ada apa-apa ko Ris, pacar baruku emang suka gitu kalau ada masalah” Risa bingung serta heran mengingat bahwa pacar Yuji adalah Ilham, salah satu kating di kampus, ia pun kembali bertanya hal tersebut “ He is not Ilham Yuji, I know all of your ex-boyfriend, even your friend but why I don’t know about him” Tanya Risa. Yuji pun membalas pertanyaan tersebut “ he is my new soul mate, and I’m not tell everyone yet, and right now you are the first person who know about that”. Risa pun mempercayai Yuji karena ia sahabat baiknya dan tidak menaruh curiga sedikitpun padanya. Dering Handphone Risa berbunyi menunjukan panggilan dari Artan yang menyuruh ia segera pulang. Risa bergegas segera pulang ke Apartment menemui Artan, ia sadar harus menuruti perkataan Artan karena menghargai atas kebaikannya. Sesampai di rumah Risa disambut oleh Artan yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, ia pun merasa tak enak diperlakukan sebaik ini olehnya. Hari-demi hari ia lalui bersama hingga menumbuhkan perasaan satu sama lain. Mereka berdua menyadari akan perasaan tersebut hingga pada malam terjadi percakapan konyol antara mereka.
Artan : setelah lulus nanti mau hadiah apa Ris ?
Risa : kalo kadonya di lamar boleh ? ( dengan tawa kecilnya sambil menggoda Artan)
Artan: kamu yakin anak sekecil kamu bias ngurusin rumah tangga , segala keperluan kamu aja belum bisa kamu atur, pagi dan malam saja selalu aku yang memasak untuk kita( dengan senyum sinis memandangi Risa)
Risa: tidak ada masalah dengan hal itu, karena sejatinya pekerjaan rumah tangga adalah kewajiban seorang suami
Artan pun merasa lelah setiap kali berdebat dengan Risa, karena Risa termasuk oran yang
Tidak pernah mau kalah saat berargurmen, bahkan meski yang pernah belajar hukum dimana stigma tentang anak hukum yang tak terkalahkan saat berdebat pun kini dipatahkan oleh Risa. Keduanya memang sudah hidup satu atap meski tanpa ikatan pernikahnan tapi mereka tetap mengerti tentang batasan-batasan. Artan pun sudah berjanji pada Risa untuk menikahinya setelah wisuda, serta ingin memperbaiki hubungan terhadap keluarga Risa karena bagaimanapun juga Mereka membutuhkan restu dari Ayah Risa. Malam itu Artan sedang di meja kerjanya membaca berkas-berkas kasus yang akan ia tangani, hal yang membuatn ia terkejut adalah dimana clientnya berasal dari kampus Risa, ia pun mencoba bertanya pada Risa, namun Risa justru tak menjawab apapun karena sedang berkonsentrasi penuh di depan laptop untuk mengerjakan thesisnya. Diam nya Risa membuat Artan kesal namun ia tetap menghargai tindakan Risa. Keesokan harinya Artan menanyai perihal kasus yang sedang ia tangani pada Risa. ” Apakah kau mengenal orang yang bernama Jenny Ris?” Tanya Artan Risa pun menjawab “ kampusku itu besar kak mana mungkin aku mengenal nama semua muridnya”. Artan justru menjawab dengan sengaja menganggap bahwa Risa adalah mahasiswa kupu-kupu yang tak punya teman “ itu karena kamu aja yang kupu-kupu, mana ga punya temen lagi”. Risa pun merajuk karena ucapan Artan dan mengancam tidak akan memberikan informasi jika mengetahuinya. Tepat pukul 10.00 Artan bergegas berangkat menuju kantor di wilayah kawasan Sudirman. Setela Artan berangkat Risa memikirkan siapa sosok Jeni yang Artan maksud dan kasus apa yang sedang ia tangani, mengingat sejauh ini kampus Risa tidak pernah memiliki skandal apapun. Ia penasaran sehingga membuat ia menacari tahu tentang hal itu melalui socmed kampus serta teman-temannya. Tiba-tiba ia melihat foto kebersamaan bersama temannya satu tahun lalu dimana saat itu mereka sedang menjalani KKN, dan ia baru mengingat bahwa ia mempunyai teman bernama Jenifer , tapi masih belum yakin jika itu Jenny yang di maksud oleh Artan. Namun jika ialah orang yang dimaksud Risa juga tak percaya jika Jeniffer mempunyai masalah karena ia adalah orang yang dikenal baik di kampus, tapi keputusannya untuk cuti kuliah masih menjadi tanda Tanya dibenak Risa, alasannya kala itu karena ingin melakukan pengobatan selama 4 bulan di luar negri. Tapi satu hal yang Risa ingat adalah Jeniffer sahabat baik Yuji, namun belakangan ini hubungan mereka tidak begitu harmonis. Rasa penasaran Risa semakin memuncak, ia benar-benar tertarik dengan teka-teki ini sehingga rela meninggalkan jadwal untuk bimbingan skripsi untuk pergi ke rumah Jenifer. Sesampai di rumah Jenifer, ia tidak menemui siapapun kecuali asisten rumah tangga, Risa dipersilahkan duduk dan ditanya perihal maksud kedatangannya, sembari dituangkan secangkir teh, ia bertanya tentang keberadaan Jeniffer Karena rasa rindu setelah lama tidak bertemu. Jenifer pun keluar dari pintu kamarnya mengetahui kedatangan Risa, mereka berdua memulai untuk mengobrol namun Jeniffer terlihat tidak bersemangat dalam percakapan tesebut, namun ia hanya mengingatkan agar tidak berteman lagi denga Yuji, sebelum semuanya terlaambat dan berujung penyesalan. Risa terpaku mendengar hal itu karena ia merasa Yuji adalah teman yang baik dan lagipula Jenifer dan Yuji mempunyai pertemanan yang solid. Lagi-lagi saat ditanya tentang alasan agar menjauhi Yuji tidak ia terangkan karena Jeniffer tidak ingin mengingat kembali kejadian tersebut, Jenifer meminta paksa Risa untuk segera pulang karena tidak suka jika kehadirannya mengingatkan pada Yuji. Tanpa pikir panjang Risa mencoba menemui Yuji di Kostan Yuji untuk menemukan korelasi antara Yuji, Jeniffer, Jeny, dan Kasus yang mas Artan tangani. Risa pergi ke Kostan Yuji tanpa memberi kabar dahulu kepada Yuji. Pintu Kostan Yuji tidak di tutup, ia pun segera masuk dan memangil Yuji, nampaknya Yuji sedang mandi, namun Laptop Yuji masih menyala, Risa ingin membuka file-file di laptop Yuji namun karena menghargai Privasi Yuji, maka ia mengurungkan niatnya. Tiba-tiba ada notifikasi e-mail masuk, Yuji pun mengizinkan Risa untuk membukanya karena kemungkinan itu balasan dari Dosen Pembimbing atas revisian skripsi. Risa pun membuka pesan tersebut dan tidak disangka bahwa pesan tersebut berisi tentang video syur Jeniffer, Kini Risa menemukan jawaban atas kasus tersebut, ia segera mengamankan bukti-bukti tersebut sebelum Yuji mengetahuinya. Di pesan sebelumnya juga tertulis bahwa seseorang merasal Kesal karena gagal meniduri teman Yuji karena ada seorang pemuda yang menyelamatkannya. Disitu pula tertulis transaksi dengan sejumlah uang dan tanggal, dimana Risa sadar bahwa itu adalah tanggal dimana ia dan Yuji pergi ke Club. Seketika hati Risa sesak dan tak menyangka bahwa niat Yuji mengajak ke club malam itu adalah rencana jahatnya padaku. Bagaimana mungkin ia melakukan hal sekeji itu kepadaku yang telah menganggapnya lebih dari sahabat, batin Risa. Dia segera mengirimkan bukti tersebut pada Artan sebelum Yuji menghilangkan bukti-bukti tersebut. Artan pun segera menemui Risa di lokasi terakhir yang berhasil di lacak olehnya, karena ia tidak ingin terjadi kembali hal buruk pada Risa. Sesampainya di Apartment Risa masih saja tak mempercayai hal teresbut, terbongkar sudah sosok sebenarnya di balik wajah sahabatnya tersebut, Artan pun hanya bisa meyakinkan Risa agar lebih hati-hati kembali menaruh kepercayaan terhadap seseorang, bisa jadi orang terdekatlah yang justru memberi luka yang paling hebat. Sejak kejadian itu pula Risa sudah tidak lagi bersahabat dengan Yuji, sementara Yuji divonis hukuman 10 tahun penjara atas kesalahannya, lagi-lagi Artan memenangkan kasus tersebut dengan mudah terlebih lagi banyak saksi yang bersaksi akan kesalahan Yuji.