Ardhan yang semula tegang seketika merasa lega. “Makanya itu Pak, tadi saya mau bilang kalau tidak cocok pakai kacamata itu akan merasa pusing. Bapak tidak cocok pakai kacamata silinder,” katanya sedikit berbohong. “Oh ini kacamata silinder, saya butuh kacamata baca,” sambung Pak Romli, ia menyerahkan benda itu kepada pemiliknya. “Berarti Pak Romli harus pergi ke optik bukan ke sini,” ujarnya ketus. Usai mengatakan hal tersebut, Ardhan segera masuk lagi ke dalam rumahnya. Semua sudah aman, ia tak perlu takut lagi ada orang yang akan membeli kacamata istimewa tersebut. “Dhan, itu kacamata silinder ya? Ayah Kira itu kacamata biasa, siapa saja bisa pakai.” “Aku melarang karena ada alasannya,” jawabnya singkat. Ardhan meninggalkan ayahnya yang masih duduk di ruang tamu. Begitu tiba di kam

