BAB 47

1787 Words

Mayra berjalan memasuki café tempatnya dengan Kiran berjanji untuk bertemu, awalnya Mayra ragu menemui Kiran, namun ia harus menemuinya demi mengetahui apa yang akan di bicarakan wanita yang sempat menggoda suaminya. Ada perasaan ragu dan takut jika saja Kiran mengatakan hal yang akan membuatnya salah paham terhadap suaminya. Mayra melihat Kiran tengah melambaikan tangan, ia duduk di dekat meja pojok, Mayra menghampiri Kiran dan berusaha memberikan senyum agar ia bisa menunjukkan bahwa dia baik-baik saja. “Ada apa, Kiran?” tanya Mayra. “Kamu apa kabar?” Kiran balik bertanya. “Ayo silahkan duduk dulu, kamu jangan berdiri saja.” “Aku lagi buru-buru, pekerjaanku di kantor menumpuk,” jawab Mayra, lalu duduk di hadapan wanita yang hampir saja merebut suaminya dan mengakui kehamilannya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD