14

680 Words
Bab 4: Kekuatan Takdir (Lanjutan) Setelah malam yang penuh dengan kejujuran dan ikatan yang semakin kuat, hidup Aria dan Keira berubah. Mereka mulai merasa bahwa apa pun yang mereka lakukan, jalan hidup mereka selalu terhubung, bahkan dalam hal-hal kecil. Jika Keira memikirkan Aria, ia sering kali tiba-tiba melihat Aria sudah berada di hadapannya, atau sebaliknya. Semakin kuat perasaan mereka, semakin nyata pula tanda-tanda bahwa ada kekuatan yang mengikat mereka, membuat mereka seperti dua sisi dari satu koin yang tak terpisahkan. Suatu hari, Keira mengajak Aria untuk pergi ke sebuah bukit yang terletak di luar kota. Ia bercerita bahwa sejak kecil, ia selalu ingin pergi ke sana, tapi tak pernah punya waktu. "Kali ini aku ingin ke sana bersamamu," ujarnya dengan senyum hangat. Aria, yang merasa senang melihat semangat Keira, setuju tanpa ragu. Mereka berjalan bersama menuju bukit tersebut, menikmati setiap langkah yang ditemani angin sejuk dan suara alam yang menenangkan. Di tengah perjalanan, mereka berbicara tentang mimpi, tujuan hidup, dan rasa takut yang selama ini mereka pendam. Seolah alam pun mengerti, perjalanan itu terasa seperti penyembuhan bagi keduanya. Ketika mereka tiba di puncak bukit, Keira duduk di atas rumput sambil memandang cakrawala yang membentang. “Lihat, Aria. Begitu luas dunia ini, tapi aku merasa begitu nyaman saat bersamamu di sini. Seolah aku tak butuh apa pun lagi.” Aria tersenyum dan duduk di sampingnya. “Aku pun merasakan hal yang sama, Keira. Denganmu, aku seperti menemukan bagian dari diriku yang hilang.” Saat itu, kristal merah yang mereka bawa kembali bersinar, lebih terang dari sebelumnya, seperti merespons kebahagiaan dan kedamaian yang mereka rasakan. Mereka berdua menatap kristal itu dalam diam, terpana dengan keindahan cahayanya yang memancar ke segala arah. Tak lama, mereka mendengar suara samar dari dalam kristal tersebut, seakan-akan ada pesan yang tersembunyi di dalamnya. Keira mencoba mendekatkan telinganya pada kristal itu, berharap bisa mendengar lebih jelas. Suara itu semakin jelas dan terdengar seperti bisikan lembut, seolah berasal dari masa lalu. “Kepercayaan dan cinta kalian adalah kunci untuk membuka jalan yang tersembunyi. Jangan pernah ragu dalam mengikuti panggilan takdir kalian.” Mereka saling berpandangan, terkejut sekaligus terpesona. Kristal ini bukan sekadar petunjuk; ia adalah pemandu yang seolah hidup dan berkomunikasi dengan mereka. Pesan itu memberi mereka dorongan baru untuk memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan yang telah dibicarakan oleh dukun. “Keira, aku rasa… kita harus mencari tahu lebih banyak tentang kekuatan ini. Mungkin ada tempat atau seseorang yang bisa membantu kita memahami kristal ini,” ujar Aria dengan tekad di matanya. Keira mengangguk. “Aku setuju. Jika kita sudah sejauh ini, tak ada alasan untuk mundur. Mari kita cari tahu lebih dalam, Aria. Bersama-sama.” Dengan niat yang semakin mantap, mereka mulai mencari informasi lebih lanjut tentang kristal dan arti dari petualangan yang menanti mereka. Mereka mendatangi perpustakaan, mencari literatur kuno, bahkan bertanya pada penduduk tua yang mungkin tahu legenda atau kisah-kisah tentang artefak seperti kristal merah tersebut. Mereka menemukan sebuah petunjuk bahwa kristal itu kemungkinan terkait dengan tempat kuno bernama Kuil Harmoni, sebuah situs yang sudah lama hilang dan hanya diceritakan dalam dongeng. Menurut legenda, kuil itu adalah tempat suci di mana para penjaga takdir berkumpul untuk menjaga keseimbangan alam. Di sana, banyak artefak dan kekuatan kuno yang disegel, hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki "jiwa terikat takdir." “Aria, ini mungkin jalan kita berikutnya,” kata Keira penuh harap, tangannya menggenggam buku tua yang berisi kisah tentang kuil tersebut. Aria mengangguk dengan senyum penuh tekad. “Ya, Keira. Mungkin inilah tujuan dari semua ini. Kita harus menemukan Kuil Harmoni dan memahami makna takdir yang sebenarnya. Apapun yang akan kita temui di sana, aku yakin kita bisa melewatinya bersama.” Di bawah langit yang mulai gelap, mereka bersiap untuk perjalanan baru yang mungkin akan membawa mereka semakin dekat pada takdir yang telah menanti selama berabad-abad. Mereka tahu bahwa jalan yang akan mereka tempuh tidak akan mudah, tetapi dengan kepercayaan satu sama lain, mereka percaya bahwa mereka dapat menemukan Kuil Harmoni dan kebenaran di balik benang merah yang mengikat mereka. Kekuatan takdir telah menyatukan mereka, dan kali ini mereka tidak akan membiarkan apa pun memisahkan mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD