BYG 54 "Ayo," ajak Sammy sambil mengulurkan tangan kiri yang segera disambut Jenita. Kedua orang tersebut saling beradu pandang selama beberapa saat seraya mengulum senyum, kemudian sama-sama mengalihkan pandangan ke depan dan melangkah menuju pintu masuk gedung. Suasana di ballroom tersebut sangat ramai. Banyak pengusaha senior yang datang dan berkumpul bersama sambil memerhatikan bibit-bibit muda dari setiap perusahaan yang diwakili oleh sang anak para senior lainnya. Sammy mengajak Jenita untuk menyambangi para senior dan berbasa basi sesaat. Mereka pun menanggapi pria yang lebih muda itu dengan cukup hangat, terutama karena mengingat sosok ayahnya. "Aku bergidik lihat pria yang duduk sebelahan sama om Erwin," ucap Jenita, sesaat setelah mereka menjauh. "Itu pamannya Yanti, y

