47 Ketuk palu hakim menandakan status pernikahan Sammy dan Jenita resmi berakhir. Perempuan berambut pendek itu sekuat tenaga menahan tangisan yang hampir keluar. Jenita berpura-pura merapikan rambut, tetapi ujung jemari telunjuk menekan sudut mata. Rully yang duduk di sebelah kiri belakang Jenita, segera mengulurkan saputangan yang diambil sahabatnya itu, tetapi tidak digunakan dan hanya digenggam. Sammy yang duduk di kursi sebelah kanan, tanpa sadar menoleh dan terpaku ketika melihat raut wajah Jenita yang tampak sedih. Pria itu berinisiatif mengulurkan tangan dan menyentuh punggung tangan Jenita yang tetap diam mematung. Pria di sebelah kanan belakang Sammy yang merupakan pengacara mereka berdua mengajaknya berbincang sesaat, sebelum mereka sama-sama berdiri dan jalan menuju meja

