38 Jeritan Aruna yang mengencang saat proses pemijatan dimulai, perlahan memudar dan hanya tersisa ringisan seiring dengan rasa sakit di pergelangan kaki yang berkurang. Pria bermata sipit bernama John Lou, tampak sangat cekatan dan berhati-hati memijat. Sekali-sekali bibirnya akan menggumamkan kata-kata dalam bahasa Mandarin, yang sama sekali tidak dimengerti oleh Keven, Aruna dan Andrew. Saat tugasnya selesai, John langsung berpamitan karena harus mendatangi pasien lainnya. Pria keturunan Tionghoa itu tampak sangat senang ketika melihat sejumlah uang yang diberikan oleh Keven. Andrew pun turut berpamitan dan kembali ke kamarnya yang berada di sebelah kanan. Pria itu esok hari akan berangkat menuju Perth, dan membiarkan Keven menyelesaikan urusan di Melbourne, baru kemudian mereka a

