Jossie duduk terikat di tengah ruangan dengan lampu yang redup. Kedua pria yang tak jauh darinya terus menatap ke arah gadis itu. Mereka baru saja berbincang-bincang mengenai rencana yang akan di lancarkan besok pada waktu pernikahan Aldrich dan Jazlyn. Mata Jossie perlahan mulai terbuka, meskipun belum sepenunya sadar. Ia tahu posisi yang dihadapi saat ini. Sean yang melihat ada pergerakan dari gadis itu, langsung bangkit untuk menghampiri Jossie. “Kumpulkan kesadaranmu terlebih dahulu, Jossie. Karena akan banyak pertanyaan yang akan aku ajukan. Dan kau harus menajwabnya.” Kepala Jossie mulai terangkat perlahan. Mata yang buram mulai terbuka dengan jernih. “Tindakan yang kau lakukan di luar batas, Sean.” Gadis itu bersikap dengan sangat tenang, dan terus menatap Zen. Si pria yang m

