PLAK. Cukup sudah. Cila yang tak bisa mengontrol lagi kekesalannya pun akhirnya meluap juga. Flora memegangi pipinya yang sedikit panas karena menerima tamparan keras dari Cila itu. Cila tak merasa bersalah karena wanita di depannya ini memang pantas untuk mendapatkan hal itu. “Kau …” “AKKKH.” Flora yang tak terima pun langsung menarik rambut belakang Cila dan membuat wanita ini mengaduh kesakitan. Cila mencoba untuk melepaskan tangan Flora di rambut miliknya, namun itu malah membuat rambutnya semakin tertarik dan kepalanya memanas. “Berani-beraninya kau menamparku, jalang! Berani-beraninya kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu. Aku akan memberimu pelajaran,” hardik Flora. Flora menyeret Cila dengan tangan yang masih di rambutnya. Cila pun semakin merasa kesakitan di kepalanya

