Peringatan: Mature content -Kinan point of view- “Kinan, berhenti.” katanya berjalan sedikit menjauh. Lalu membuat sebuah gerakan memutar sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Frustrasi. Dengan satu helaan nafas, ia membiarkan telapak tangan menyapu wajahnya hingga ke belakang kepalanya. “Apa ini?” protesnya. “Aku tidak tahu… Maaf....” Kataku. 'Benarkah? Bukankah kamu ingin dia melihatmu sebagai wanita?' Iya. Aku ingin menjadi wanita. Tubuhku terus mendekat ke arahnya. Menekan tubuhnya dengan tubuhku. Tanganku menyusuri tubuhnya dengan ujung kukuku. Mulai dari garis V di pinggangnya naik melewati otot-otot perutnya dan berakhir di d**a bidangnya. Mata binatangnya bertemu dengan mataku. Hembusan nafasnya menerpa wajahku. Bibirnya lembab karena kecupanku tadi, kini hanya ber

