Chapter 29: Rasa

1621 Words

 -Alex point of view- Aku merasa sakit. Marah. Dan bingung. Semua masuk tanpa di undang ketika aku hanya mendapati ruangan kosong, tanpa Kinan di dalamnya. Darahku berpacu deras ke kepalaku. Penglihatanku menjadi lebih tajam seribu kali lipat. Mataku memburu, menjelajahi seluruh ruangan, cepat, lagi dan lagi. Berharap aku menemukan Kinan bersembunyi di suatu tempat. Di bawah meja, di surut ruangan, di dalam kamar mandi, di dalam lemari. Aku menyapu semua sudut di ruangan ini dengan mataku. Tapi Kinan tetap tidak ada di sana. Jantungku merasa seperti ditusuk oleh pisau di setiap denyutnya. Udara di sekelilingku memberat, aku tidak bisa, bernafas. 'Where the hell is that b***h [1]!' Aku merasa kosong dan hampa. Pada saat yang sama aku merasa.penuh. Penuh sampai hampir meledak. Aku merasa h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD