Mrs.Fisika

587 Words
huh..hah..huh..hah..hosh hosh.. Aira terus berlari.nafasnya berpacu dengan pak Kelik yang akan menutup pintu gerbang sekolah.Pak kelik satpam sekolah sudah nyaris menutup pintu,sesaat sesudah Aira nyelong. Mba Aira,kebiasaan.Tegur Pak kelik dengan senyuman.Aira cuma bisa nyengir kuda. "Aira, silakan bergabung dengan teman teman kamu.push up dan squat jump"Pak Harso memberi instruksi pada Aira "Pak,rumah saya jauh.Tadi semua bis yang kearah sekolah penuh pak."Rengek Aira mencoba meluluhkan hati pak Harso. "Kamu itu,udah tau hari kamis jam ke 0 itu pelajaran saya.kok kamu malah telat." cie ..cie..cie.. seru anak anak cewek teman Aira.Mereka menyoraki Aira yang asyik bengong memperhatikan senior kelas XII yang tengah melintasi lapangan basket. "Aira,dari tadi bapak ngomong lho.kok kamu malah asyik merhatiin iklan yang lewat."Ledek pak Harso menimpali ledekan teman teman Aira. "Mubadzir pak,..nutrisi pagi menambah energi" Aira menimpali ledekan lebih konyol lagi. Pelajaran olah raga telah selesai.Setelah olah raga tadi,Aira berkemas dan rapi rapi bersama Widya.Widya menawarkan bedak pada Aira untuk dipakai.Awalnya Aira merasa ragu.dia tidak pernah memakai bedak.Aira tidak suka memakai bedak karna menurut Aira,bedak bikin gerah.kalau dia berkeringat yang ada malah mleber mleber seperti orang panuan.Aira hanya memakai pelembab ringan.itu juga karna ibunya yang rajin mengingatkan. Tapi Akhirnya Aira setuju memakai bedak punya Widya.Karna hasilnya sangat fantastis menurut Aira. Widya jadi terlihat lebih segar dan cantik. Para siswa sudah duduk di kelas masing masing.mereka menunggu guru Fisika,yang hari ini terlambat entah kenapa. Hardhan menoleh kebelakang.punggungnya sejajar dengan Aira,niat banget. "Ai,kamu pake bedak?"Hardhan bertanya sambil mengamati wajah Aira. Aira kaget dan malu,lalu menjawab "iya,..tadi aku pakai bedak punya Widya.tapi,Kata Anez tadi keputihan.dan aku udah cuci muka kok" "harus begitu ya?niat banget.semua demi Fatih ?Tembak Hardhan. "ngga!"Aira menjawab lugas.dia tadi memakai bedak karna melihat Widya menjadi semakin cantik.bukan karna niatan mencari perhatian Fatih. "menurut kamu,aku berbedak demi Fatih ya?"Aira bertanya pada Hardhan "Semua orang juga tau Ai..kamu heboh gitu"jelas Hardhan. "keliatan banget ya.Aku malu maluin diri sendiri"Aira berguman sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Hardhan menyingkirkan tangan Aira dari wajah Aira.Aira langsung menarik tangannya.dia tidak suka skinship dengan laki laki.Bader bader,Aira masih takut dosa. "udah satu semester,dan kamu ga ada perkembangan dengan Fatih.siklusnya,dia lewat depan kelas kamu berdiri seperti orang melihat sesuatu yang menakjubkan.terus disorakin temen temen.just it"protes Hardhan yang sering mengamati Aira. "kamu ga coba move on ke aku,gitu?"tawar Hardhan pada Aira. "Aku?" Aira menunjuk dirinya dengan jempol. "kamu?"Aira menunjuk Hardhan dengan telunjuknya. Aira tertawa pada Hardhan.Aira sudah tau sepak terjang dan rekam jejak Hardhan.ia tau dari Hardhan sendiri.Hardhan sering curhat Apapun pada Aira.Baik tentang pacar pacarnya,hobi masak ibunya,adik semata wayangnya yang cantik juga tak luput dari reportasi Hardhan. "Gimana perkembangan Pdkt ama si Nindy kelas atas?"Aira mengalihkan topik bahasan. "Biasa aja.Nindy begeng depan belakang kurang nonjol"sambung Hardhan. "Najis kamu Dhan"ga sopan banget,bahas tonjolan dan tanjakan.Dasar otak ga pernah di sapu.ngeres! kalau Nindy aja kamu komentari begitu,gimana aku ?Tak sadar Aira membandingkan dirinya dengan Nindy. "kan aku belum pernah liat dan belum pernah ngukur Ai,apalagi megang.jadi aku ngga mau nebak nebak.aku mau yang pasti pasti aja"lanjut Hardhan dengan pandangan meledek Aira. "kurang Azar!!" Plek! plek! Aira memukul Hardhan dengan penggaris plastik. "ha ha ha"hardhan puas tertawa. Bagas yang dari tadi diam hanya mencuri dengar sambil pura pura diam. "Aira Hanifa,kenapa temannya di pukul pakai penggaris?" Bu Tina mendekat ke bangku pojok belakang menghampiri Hardhan. sambil meng elus elus lengan Hardhan,bu Tina melanjutkan "kamu itu anak permpuan mba.Jangan barbar gitu." "sakit mas?"tanya bu Tina pada Hardhan. "Pedas bu,.."jawab Hardhan sambil meringis. Ackting...dasar Hardhan.mesti di ngakak ngeliat aku di omelin. Aira gondok banget dalam hati. "minta maaf mba,besok lagi jangan di ulangi ya.kasihan mas Hardhan.sakit ya mas?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD