Kakak Beradik

1110 Words

Ben baru saja memasuki unit yang dihuninya belakangan ini. Rekannya, Daniel, sudah nampak disibukkan degan urusan dapur. Memanggang dua potong roti dan segelas kopi untuk sarapan. "Untukku?" Tanya Ben, menunjuk hidangan yang dibawa Daniel. "Silakan buat sendiri!" Celetuk Daniel. Lantas dengan malas akhirnya Ben melangkah ke dapur, mengambil dua potong roti dan mulai mengoperasikan mesin kopi serta menyiapkan sebuah cangkir. "Daniel, kau tahu? Saat aku olahraga tadi, aku melihat bangkai kucing di taman," Daniel hanya menanggapinya dengan deheman, mulutnya sibuk mengunyah potongan roti. "Tapi kucing malang itu tewas dengan cara yang mengenaskan," kata Ben sembari mengoleskan sesuatu pada rotinya. "Oh," sekalinya bersuara, Daniel hanya memberi tanggapan dengan ber-oh ria, Ben sudah san

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD