Sampai Kapan

1067 Words

Dilla menyeringai kala nomor ponsel wanita berambut ikal itu sudah bisa digunakan kembali, menggunakan ponselnya yang lain, Dilla mulai mengaktifkan nomor tersebut. Deretan pesan singkat serta notifikasi panggilan tak terjawab mulai membanjirinya. Dilla menggelengkan kepalanya kala membaca satu persatu pesan tersebut. Menjijikan sekali, batinnya. Mengapa orang-orang yang berkencan selalu semenjijikan itu? Saling mengkhawatirkan satu sama lain, memberi perhatian satu sama lain. Memangnya mereka tak memberi cukup perhatian pada dirinya sendiri? Kenapa mesti mendapatkan perhatian serta kasih sayang dari orang lain kalau bisa mendapatkannya dari diri sendiri? "Lebih baik mencintai diri sendiri daripada mencintai orang lain, bukan?" Gumam Dilla. "Aku rasa tak ada satu orang pun yang berhak k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD