Daniel menggeliat kecil merasa ada sesuatu yang menyentuh lengannya, ia menoleh ke samping dan sontak mengeryitkan dahi melihat kelambu putih bersih menggantung dan kini sesekali bergoyang-goyang karena terkena hembusan angin. Pemuda itu perlahan mendudukan diri, memandangi sekitarnya yang berada di taman penuh dengan bunga anggrek. Kini ia tengah duduk di atas kasur king size dengan kelambu yang terpasang di kedua sisi. Ia melangkah turun dengan kaki telanjang, menginjak rumbut yang terawatt itu dengan ekspresi kebingungan. Ia menaikan alis tinggi saat melihat punggung seseorang di depannya, berjongkok dengan memain-mainkan bunga anggrek berwarna hijau dengan bibir tersenyum. Daniel pun berdehem samar, menghampiri sosok yang terlihat familiar itu. “Apa kau tahu, arti dari

